BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pada jaman modern sekarang ini semua dituntut serba cepat. hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah populasi penduduk didunia, perkembangan teknologi dan pembangunan yang ada disegala bidang juga berlangsung dengan cepat. Suatu perusahaan dibidang jasa maupun manufaktur harus mampu memberikan pelayanan yang cepat serta terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya mengingat akan jumlah populasi yang banyak tersebut. Jasa merupakan sektor ekonomi yang berkembang secara cepat dan jasa merupakan sektor ekonomi terbesar dalam masyarakat maju.
Antrian merupakan salah satu pengalaman konsumen yang terjadi di banyak tempat dan di berbagai daerah. Konsumen secara rutin akan mengantri di pusat-pusat keramaian, misalnya ketika menunggu angkutan, menggunakan ATM, melakukan transaksi di Bank, membeli barang di toko, ataupun menggunakan pasilitas umum . Karakteristik umum dari berbagai contoh yang nyata tersebut adalah bahwa sejumlah kesatuan fisik (pendatang) sedang berusaha untuk menerima pelayanan dari fasilitas yang terbatas (pemberi pelayanan). Sebagai akibatnya, pendatang harus menunggu gilirannya menerima pelayanan.
Kesuksesan dari suatu organisas atau perusahaan bergantung pada penggunaan sumber daya yang ada secara maksimal. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi adalah kemampuan dalam meraih dan mempertahankan pelanggan. Setiap menit yang diberikan oleh pelanggan ketika menunggu untuk dilayani dapat diasumsikan sebagai pendapatan yang hilang. Waktu tunggu atau antrian, pada sektor jasa, dapat menjadi faktor yang menentukan kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan. Waktu tunggu yang lama dapat menyebabkan hilangnya keuntungan akibat pelanggan yang membatalkan penggunaan pelayanan pada tempat tertentu, juga dapat menyebabkan pelanggan beralih pada pesaing. Salah satu fenomena antrian yang terjadi adalah pada saat menunggu layanan jasa perbankan. Dalam hal ini, tipe antrian yang diterapkan dalam suatu bank dapat didefinisikan sebagai jenis-jenis antrian yang diberlakukan untuk melayani para nasabah dalam melakukan transaksinya agar pelayanan dapat berlangsung secara teratur, tertib, dan aman. Teori antrian memberikan model-model untuk menganalisis pengoperasian sarana pelayanan di mana kedatangan dan/atau keberangkatan pelanggan terjadi secara acak. Pada layanan perbankan terdapat tiga tipe antrian yang umum digunakan, yaitu :
  1. Single Snake, adalah sistem antrian yang mana nasabah mengantri menuju teller melalui satu jalur saja;
  2. Multiple Snake, adalah sistem antrian lebih dari satu jalur antrian;
  3. Single Station, adalah sistem antrian yang mana setiap nasabah dapat langsung berhubungan dengan setiap teller yang melayani.
teller Bank terhadap tingkat kepuasan konsumen/nasabah, masing-masing akan berbeda. Tipe antrian Single Snake dan Multiple Snake memiliki dua metode dalam penggunaannya. Yaitu sistem menggunakan nomor (Linear Queue System). Implikasi penerapan kedua sistem ini pada sistem antrian antrian dengan menggunakan nomor (Take A Number and Wait System) dan sistem antrian tanpa nomor antrian.





B.                           Identifikasi Masalah
Dari uraian diatas peneliti tertarik utuk meneliti masalah ssebagai berikut :
1.                Bagaimanakah  tingkat kepuasan nasabah terhadap sistem antrian mengunakan nomor dan tanpa nomor
2.                Bagaimanakah penilaian nasabah terahadap kinerja  pelayanan antrian teller pada banak jabar banten syariah cabang rangkasbitung 
C.                          Perumusan Masalah
1.      Bagaimana Analisis perbandingan kepuasan nasabah pada sistem antrian teller bank , menggunakan nomor dan tanpa nomor antrian ?
D.                          Pembatasan maasalah
Mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi oleh penulis dalam penelitian ini dan tanpa menguragi tujuan penelitian yang hendak dicapai maka penelitian hanya membatasi masalah pada bagian kepuasan nasabah system antrian mana yang dianggap membuat nasabah aman dan nyaman ketika mengantri di Bank Jabar Banten Syariah dan juaga pelayanan apa yang perlu  ditingkatkan kinerjaya oleh perusahaan agar dapat memuaskan nasabah 
E.                           Tujuan Penelitian
Untuk mencari perbandingan kepuasan nasabah terhadap system antrian Analisis perbandingan kepuasan nasabah pada sistem antrian teller bank , menggunakan nomor dan tanpa nomor antrian
F.                           Mamfaat  penelitian

Penelitian Yang akan dilakukan penulis di Bank Jabar Banten Syari'ah Cabang  Rangkasbitung dengan judul " Analisis Perbandingan Kepuasan Nasabah Pada Sistem Antrian Teller Bank , Menggunakan Nomor Dan Tanpa Nomor " .dari  penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak :

1.      Bagi penulis , diharapkan pengumpulan fata dan pengolahan fata menjadi informasi ynang berguna sebagai bahan masukandan sebagai sumbagan pemikiran bagi penyempurnaan kebijakan dalam menentukan system antrian teller bank .

2.      Bagi pihak lain, diharapkan dapat menjadi bahan msdukan bagi pihak yang berkaitan utuk melakukan penelitian yang sama

G.      Kerangka Berpikir
            Istilah sistem sekarang ini banyak dipakai. Sebuah sistem terdiri atas bagian-bagian atau komponen yang terpadu untuk suatu tujuan. Model dasar dari bentuk sistem ini adalah adanya masukan, pengolahan dan keluaran. Akan tetapi, sistem ini dapat dikembangkan hingga menyertakan media penyimpanan. Sistem dapat terbuka dan tertutup, akan tetapi sistem informasi biasanya adalah sistem terbuka, artinya sistem tersebut dapat menerima beberapa masukan dari lingkungan luarnya.
Antrian merupakan suatu fenomena yang timbul dalam aktivitas manusia.Antrian yang muncul disebabkan oleh aktivitas pelayanan yang tidak diimbangi olehkebutuhan akan pelayanan sehingga pengguna layanan tersebut tidak terlayanidengan segera. Menurut Donald Gross (2008: 1-2), sistem antrian tercipta jikapelanggan datang ke tempat pelayanan, pelanggan menunggu untuk dilayani jikapelayanan tidak segera dilakukan dan pelanggan meninggalkan sistem pelayanan jikasudah terlayani. Pelanggan yang dimaksud dalam sistem pelayanan ini bukan hanyamanusia, tetapi juga seperti suatu benda yang juga ingin dilayani.
Antrian terdapat pada kondisi apabila obyek-obyek menuju suatu area untuk dilayani, namun kemudian menghadapi keterlambatan disebabkan oleh mekanisme pelayanan mengalami kesibukan. Antrian timbul karena adanya ketidakseimbangan antara yang dilayani dengan pelayanannya
            fenomena antrian yang terjadi adalah pada saat menunggu layanan jasa perbankan. Dalam hal ini, tipe antrian yang diterapkan dalam suatu bank dapat didefinisikan sebagai jenis-jenis antrian yang diberlakukan untuk melayani para nasabah dalam melakukan transaksinya agar pelayanan dapat berlangsung secara teratur, tertib, dan aman. Teori antrian memberikan model-model untuk menganalisis pengoperasian sarana pelayanan di mana kedatangan dan/atau keberangkatan pelanggan terjadi secara acak. Pada layanan perbankan terdapat tiga tipe antrian yang umum digunakan, yaitu :
  1. Single Snake, adalah sistem antrian yang mana nasabah mengantri menuju teller melalui satu jalur saja;
  2. Multiple Snake, adalah sistem antrian lebih dari satu jalur antrian;
  3. Single Station, adalah sistem antrian yang mana setiap nasabah dapat langsung berhubungan dengan setiap teller yang melayani.
teller Bank terhadap tingkat kepuasan konsumen/nasabah, masing-masing akan berbeda. Tipe antrian Single Snake dan Multiple Snake memiliki dua metode dalam penggunaannya. Yaitu sistem menggunakan nomor (Linear Queue System). Implikasi penerapan kedua sistem ini pada sistem antrian antrian dengan menggunakan nomor (Take A Number and Wait System) dan sistem antrian tanpa nomor antrian.
            Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa antrian adalah suatu proses yang berhubungan dengan suatu kedatangan seseorang pada suatu fasilitas pelayanan, kemudian menunggu dalam suatu antrian pada akhirnya meninggalkan fasilitas tersebut. Jadi, sistem antrian adalah himpunan pelanggan, pelayanan dan suatu aturan yang mengatur kedatangan para pelanggan dan pemrosesan masalahnya.
H.    Sistematika pembahasan/penulisan
Agar dapat memberiksn gambaran yang jelas tentang penulisan penelitian ini , maka disusun sitematika penulisan yang berisi informasi mengenai materi-materi yang dibahas disetiap bab. Sistematika penulisan ini asalah :
BAB I             PEDAHULUAN
Pada bab I ini diuraikan secara sianga singkat mengenai latar belakang masalah , identipikasi masalah, perumusan masalah, pembatasan masalaha, tujuan penelitian , mampaat penelitian , dan kerangka berpikir serta sitematika penulisan
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
Dalam Bab II ini di jelaskan tentang landasan teori yang membantu dalam menganalisis hasil-hasil penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
Bab III ini berisikan deskrifsi tetang tempat dan waktu penelitian metode penelitian, populasi dan sampel ,intumen penelitian dan tehnik analisis data serta hpotesis stastistik
BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN
Bab ini mendeskripsikan objek penelitian , gambaran umum responden serta analisis data dan pembahasan
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir dalam penelitian yang berisikan tentang kesimpulan dan saran berdasarkan analisis data pada bab-bab sebelumnya

Comments

Popular posts from this blog

Gangguan pada REM CAKRAM (GANGGUAN SISTEM REM PADA SEPEDA MOTOR)

semi soal

PUISI AL-QUR'AN